DP Rumah Subsidi 0 Persen Mau Dilanjutkan Tahun 2026

Pengembang akan melanjutkan pemberian stimulus uang muka atau downpayment (DP) 0 persen untuk pembeli rumah subsidi lewat Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Bonus yang hanya berlaku bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan ini awalnya berlaku sampai dengan Desember 2025.

“Kami melihat kalau ini program Berbaginomic ini berjalan lancar dan itu mendukung program 3 Juta Rumah, kami sepakat tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang lagi,” ujar Ketua Umum Appernas Jaya Andriliwan Muhammad kepada Kompas.com, Rabu (30/7/2025).

Sebanyak 5 asosiasi pengembang perumahan sepakat memberikan keringanan yang disebut Berbaginomic itu, antara lain Appernas Jaya, REI, APERSI, Asprumnas, dan Himperra.

Adapun DP yang harusnya dibayarkan oleh pembeli adalah 1 persen dari harga rumah subsidi, atau sekitar Rp 1,7 juta.

Sebagai informasi, DP rumah subsidi dibayarkan oleh pembeli kepada pengembang bukan langsung ke bank karena itu bagian dari harga rumah, bukan biaya layanan perbankan.

Untuk mendukung program ini, BPJS Ketenagakerjaan diimbau untuk memberikan data perusahaan yang telah memiliki BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerjanya dan data anggota yang belum memiliki rumah.

“Terutama perusahaan-perusahaan yang jumlah anggotanya lebih dari 1.000 oranng,” lanjut pria yang akrab disapa Andre Bangsawan itu.

Pemerintah Gandeng BPJS Ketenagakerjaan

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk mempercepat pencapaian program 3 Juta Rumah. 

Kerja sama ini difokuskan pada perluasan akses perumahan bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan, baik untuk pembangunan rumah baru maupun renovasi.

Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan diskusi yang berlangsung bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Pramudya Iriawan Buntoro akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk Nota Kesepahaman (MoU).

“Harapan kami, ada support dari BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka pencapaian program 3 Juta Rumah, baik membangun maupun merenovasi,” ujar Maruarar, Rabu (24/7/2025).

Adapun dalam tiga tahun terakhir, BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan bantuan pembiayaan untuk 567 unit rumah pada 2022, 494 unit pada 2023, dan 390 unit hingga Juni 2024.

Fokus pada Pekerja dan FLPP

Pramudya Iriawan Buntoro menyatakan pihaknya siap bersinergi untuk memperluas jangkauan program perumahan bagi peserta. 

Menurutnya, program ini akan diarahkan pada peserta yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan bantuan pembiayaan rumah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) maupun skema lainnya.

“Salah satu hal yang konkret yang kami lakukan adalah dengan data-data yang kami miliki, kami akan mencoba memprofiling supaya program FLPP dan program MLT (Manfaat Layanan Tambahan) itu bisa ditargetkan untuk pekerja yang memang membutuhkan rumah,” ujar Pramudya.

Ia menjelaskan, saat ini jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan mencapai 39,3 juta orang. Dari jumlah tersebut, 5.300 peserta diketahui memiliki MLT untuk perumahan, sedangkan data terkait kepemilikan rumah secara keseluruhan masih akan dilengkapi ke depan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top